Temukan jawaban atas pertanyaan umum seputar kualitas udara, data ISPU, dan layanan Dinas Lingkungan Hidup Jakarta.
Memahami ISPU dan SPKU
SPKU adalah Stasiun Pemantau Kualitas Udara, yaitu alat resmi pemerintah yang menggunakan teknologi yang sudah terkalibrasi secara resmi sehingga hasilnya dapat dijadikan acuan dalam pembuatan kebijakan. LCS (Low-Cost Sensor) atau alat pemantau kualitas udara berbiaya rendah merupakan alat yang lebih terjangkau dan bisa digunakan secara mandiri, namun tingkat akurasinya berbeda dengan SPKU dan jika berdiri sendiri tanpa dilengkapi dengan proses validasi dengan SPKU, tidak dapat dijadikan acuan dasar khususnya dalam pengambilan atau pembuatan kebijakan. Tujuan utama dari pemasangan LCS ini adalah untuk memperluas jangkauan area pemantauan kualitas udara di suatu daerah/kota.
ISPU adalah Indeks Standar Pencemaran Udara, yaitu indeks atau angka tanpa satuan yang menggambarkan kondisi mutu udara ambien di suatu wilayah dimana nilai indeks ini memiliki rentang nilai 0-300 atau >300. Semakin kecil angkanya, semakin baik kualitas udaranya.
Nilai 0 sampai 50 berarti Baik dan aman untuk semua orang. Nilai 51 sampai 100 berarti Sedang, masih bisa beraktivitas di luar dengan masker. Nilai 101 sampai 200 berarti Tidak Sehat, kurangi aktivitas di luar. Nilai 201 sampai 300 berarti Sangat Tidak Sehat, disarankan tetap di dalam rumah. Nilai 301 ke atas berarti Berbahaya, semua orang sebaiknya tidak keluar rumah.
Bisa diakses secara gratis melalui udara.jakarta.go.id atau aplikasi JAKI dari perangkat apapun dan kapan saja.
Risiko Kesehatan
Dampak jangka pendek meliputi sesak napas, iritasi mata, infeksi saluran napas dan kelelahan. Paparan jangka panjang berkaitan dengan penyakit yang lebih serius seperti penyakit jantung, stroke, gangguan paru kronis, diabetes tipe 2, gangguan perkembangan janin dan tumbuh kembang anak.
Semua orang perlu peduli, namun anak-anak, ibu hamil, lansia, dan penderita penyakit kronis seperti asma atau penyakit jantung memiliki kerentanan lebih tinggi dan perlu langkah perlindungan yang lebih cermat.
Ya. PM2.5 dapat melewati plasenta dan berdampak pada perkembangan janin. Memastikan lingkungan yang bersih selama kehamilan adalah salah satu bentuk perlindungan terbaik untuk ibu dan bayi.
Ya. Dampaknya sering kali tidak langsung terasa tapi terakumulasi dalam jangka panjang. Langkah pencegahan sederhana yang dilakukan secara konsisten jauh lebih efektif dibanding menunggu gejala muncul.
Lindungi Diri di Luar Rumah
Masker kain dan masker medis sudah membantu mengurangi paparan partikel kasar. Untuk perlindungan terhadap PM2.5 , masker N95 atau KN95 memberikan perlindungan yang lebih optimal.
Cek nilai ISPU di udara.jakarta.go.id atau aplikasi JAKI terlebih dahulu. Dari sana kita bisa memutuskan apakah perlu menggunakan masker, menunda aktivitas, atau melanjutkan kegiatan seperti biasa.
Ya, sangat dianjurkan untuk jarak yang memungkinkan. Pastikan untuk mengecek kondisi udara sebelumnya dan menggunakan masker saat diperlukan.
Segera gunakan masker, cari tempat berlindung di dalam ruangan, dan batasi aktivitas fisik. Segera cari pertolongan dan bantuan medis jika mulai merasakan sesak napas atau iritasi yang tidak mereda.
Lindungi Rumah dari Dalam
Tidak selalu. Kualitas udara dalam rumah dipengaruhi oleh aktivitas di dalam rumah (memasak, merokok, dsb), penggunaan produk tertentu, dan kondisi ventilasi.
Membuka jendela atau pintu dapur saat memasak sudah sangat membantu. Jika kondisi ventilasi tidak memungkinkan atau udara di luar sedang buruk, optimalkan waktu memasak agar tidak terlalu lama. Menutup wajan saat menggoreng juga efektif untuk mengurangi asap yang menyebar ke ruangan.
Ventilasi yang baik adalah fondasi utama kualitas udara dalam ruangan. Membuka jendela selama 15 menit setiap hari sudah sangat membantu, kecuali saat nilai ISPU sangat tinggi atau ada asap di sekitar rumah.
Air purifier dengan filter HEPA bisa membantu setelah langkah dasar, seperti mengurangi sumber polusi dan mengoptimalkan ventilasi, sudah dilakukan. Hindari air purifier yang menghasilkan ozon karena tidak baik untuk kesehatan.
Membersihkan permukaan rumah dengan kain basah secara rutin, memastikan dapur selalu berventilasi saat memasak, tidak merokok, tidak memanaskan kendaraan di dalam rumah, dan menghindari penggunaan obat nyamuk bakar di dalam ruangan sudah menjadi langkah awal yang sangat berarti.
Mengenal Polusi Udara
Polusi udara adalah kondisi ketika udara mengandung zat atau partikel berbahaya dalam jumlah yang cukup tinggi sehingga berpotensi mengganggu kesehatan manusia, ekosistem (hewan dan tumbuhan) dan memicu perubahan iklim.
Polusi udara luar ruangan berasal dari aktivitas di luar ruangan seperti kendaraan dan industri. Polusi udara dalam ruangan berasal dari aktivitas di dalam ruangan seperti memasak, asap rokok dan air sprayer seperti obat nyamuk semprot. Keduanya saling memengaruhi karena udara luar yang tercemar bisa masuk ke dalam rumah melalui ventilasi.
Ada beberapa jenis polutan utama yang dipantau di Jakarta, yaitu PM2.5 , PM10 , karbon monoksida (CO), nitrogen dioksida (NO2 ), sulfur dioksida (SO2 ), dan ozon (O3 )permukaan. Masing-masing berasal dari sumber yang berbeda dan memiliki dampak kesehatan yang berbeda pula.
Sekitar 32 hingga 57 persen PM2.5 di Jakarta berasal dari emisi kendaraan bermotor. Sisanya berasal dari berbagai sumber lain seperti proses industri, konstruksi, dan aktivitas pembakaran di ruang terbuka.